NADIKABAR.COM — InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) menilai pengembangan sport tourism atau pariwisata olahraga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan daya tarik destinasi The Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Hal tersebut disampaikan oleh General Manager ITDC Mandalika, I Made Pari Wijaya dalam Conference of Travel and Tourism (CONVETO) 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Nusa Tenggata Barat (NTB), Senin.
Dalam konferensi bertema “Strategy for Developing Healthy Active Tourism Destinations” atau strategi pengembangan destinasi wisata aktif yang sehat tersebut, ITDC mengangkat materi mengenai potensi pariwisata olahraga Indonesia melalui integrasi kegiatan olahraga, penyelenggaraan acara, dan keterlibatan masyarakat lokal.
Berdasarkan materi yang dipaparkan, ITDC mengembangkan The Mandalika tidak hanya sebagai kawasan penyelenggaraan ajang olahraga berskala nasional dan internasional, tetapi juga sebagai destinasi pariwisata yang memiliki beragam aktivitas dan atraksi bagi pengunjung.
Sejumlah kegiatan yang tercatat dalam kalender The Mandalika 2026 antara lain Indonesian Grand Prix atau MotoGP, ajang balap kendaraan, Pocari Sweat Run Lombok, Mandalika Ultra Trail, serta berbagai festival seni dan budaya.
Penyelenggaraan berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengaktifkan kawasan wisata sekaligus memperluas pilihan pengalaman bagi wisatawan yang berkunjung ke Mandalika.
ITDC juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur di dalam dan di luar kawasan serta penyelenggaraan acara nasional dan internasional secara rutin dan konsisten untuk meningkatkan kepercayaan pengunjung dan daya tarik investasi.
Selain mengembangkan atraksi wisata, ITDC menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan, termasuk pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelatihan bagi masyarakat sekitar, serta kegiatan pelestarian lingkungan.
Dalam materi tersebut, ITDC mencatat bahwa terdapat 29 pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada 2026, meningkat dibandingkan dengan 15 pelaku usaha pada 2022. Data itu menunjukkan perkembangan aktivitas usaha di kawasan tersebut.
Keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan destinasi agar aktivitas pariwisata turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Melalui CONVETO 2026, Poltekpar Lombok mempertemukan kalangan akademisi, pengelola destinasi, dan pelaku industri untuk membahas strategi pengembangan pariwisata yang mengintegrasikan aktivitas fisik, kesehatan, serta potensi ekonomi dan sosial masyarakat.
Konferensi tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam mendorong pengembangan destinasi pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.