Dalam materi tersebut, ITDC mencatat bahwa terdapat 29 pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika pada 2026, meningkat dibandingkan dengan 15 pelaku usaha pada 2022. Data itu menunjukkan perkembangan aktivitas usaha di kawasan tersebut.

Keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan destinasi agar aktivitas pariwisata turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Melalui CONVETO 2026, Poltekpar Lombok mempertemukan kalangan akademisi, pengelola destinasi, dan pelaku industri untuk membahas strategi pengembangan pariwisata yang mengintegrasikan aktivitas fisik, kesehatan, serta potensi ekonomi dan sosial masyarakat.

Konferensi tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam mendorong pengembangan destinasi pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.