NADIKABAR.COM — Dosen Departemen Manajemen Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Gogor Arif Handiwibowo mendorong pengembangan sumber energi alternatif termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) untuk memperkuat ketahanan pasokan listrik nasional.

Gogor menyatakan langkah diversifikasi energi itu juga dapat menjadi upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dalam jangka panjang.

"Diversifikasi energi diperlukan mengingat sekitar 60 persen pasokan listrik nasional saat ini masih ditopang pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara," katanya di Surabaya, Jatim, Jumat.

Ia menjelaskan batu bara Indonesia memiliki masa yang sekitar 30 tahun ke depan diperkirakan akan habis, sehingga diversifikasi energi yang lain perlu dilakukan.

Menurut dia, perencanaan sumber energi alternatif perlu dilakukan sejak sekarang agar Indonesia memiliki pilihan pembangkit yang memadai ketika pemanfaatan energi fosil semakin terbatas, sekaligus memenuhi kebutuhan listrik yang terus berkembang.