Kapolsek Cisolok AKP Bayu Saeful Bahari menyatakan korban memiliki ciri khusus berupa tato di beberapa bagian tubuh.
"Kami baru selesai cek TKP, itu jasad perempuan, ada tato di beberapa bagian tubuhnya, kemudian masih mengenakan jam," jelasnya.
Korban diperkirakan berusia 30 tahun dan sudah meninggal sekitar 2 hingga 3 hari lalu. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek abu-abu dan jam tangan.
"Ditemukan sekitar pukul 06.00 WIB, langsung kami evakuasi ke Instalasi Kamar Jenazah RSUD Palabuhanratu," tambah Bayu.
Kasus ini kini ditangani oleh Sat Polair dan tim Inafis Polres Sukabumi untuk proses identifikasi.
Video perjuangan sejumlah siswa SDN Budiharja, Cililin, Kabupaten Bandung Barat, yang harus menyeberangi Waduk Saguling menggunakan rakit bambu viral di media sosial. Hal ini terpaksa dilakukan karena akses darat menuju sekolah mengharuskan mereka berjalan kaki sejauh 2,5 kilometer.
"Ya jadi memang anak-anak ini, warga RT 05 dan RT 04, Desa Budiharja, mereka ke sekolah menggunakan rakit karena kalau lewat jalur darat itu jalan kaki sejauh 2,5 kilometer, sekitar 30 menit," ungkap Ketua RT 05, Agus Sumpena.
Warga secara bergantian mengantar jemput para siswa menggunakan rakit tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Mereka berharap pemerintah segera membangun jembatan penyeberangan untuk memudahkan akses pendidikan dan aktivitas warga. Salah satu siswa, Imam, mengaku sudah terbiasa dengan kondisi tersebut.
"Sudah biasa, kalau saya berangkatnya pagi-pagi, jam 6. Diantar rakit terus nanti pulangnya juga naik rakit lagi. Enggak takut, sudah biasa," ucapnya.