NADIKABAR.COM — Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Kamis (20/8/2026) beberapa di antaranya memantik perhatian pembaca NadiKabar.
WN asal Afrrika Selatan ditemukan tak bernyawa di apartemennya di kawasan Coblong, Bandung kemudian kabar seorang anak perempuan berusia 12 tahun meninggal dunia di Bogor hingga maling pipa yang rugikan pertamina hingga miliaran rupiah
Berikut ringkasan artikel yang dihimpun dalam Jabar hari ini,
Penghuni Apartemen The Jardin, Jalan Cihampelas, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, dihebohkan dengan penemuan mayat warga negara asing (WNA), Rabu (19/8) pukul 18.48 WIB.
Dari informasi yang diterima, penemuan mayat itu terjadi di dalam kamar nomor 2308 Tower D. Kejadian ini sudah ditangani Polrestabes Bandung. Diketahui identitas mayat tersebut yakni pria berinisial LS (33), WNA asal Afrika Selatan.
Kasi Humas Polrestabes Bandung AKP Nurindah membenarkan kejadian ini. Indah, sapaan karib Nurindah, menyebutkan bahwa WNA tersebut meninggal dunia karena sakit. "Diduga karena sakit," kata Indah dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).
Indah menyebutkan, dalam kejadian ini, tiga orang saksi turut dimintai keterangan. "Kami sudah mintai keterangan tiga orang saksi. Kronologisnya, saksi I, II, dan III, mendatangi kamar LS, karena mencium bau dari dalam kamar, kemudian saksi III dan saksi II juga berinisiatif membuka kamar LS yang terkunci dari dalam dengan menggunakan kunci dari agen," ungkapnya.
Setelah saksi III membuka pintu kamar, lanjut Indah, dia melihat LS dalam keadaan tergeletak dan telah mengeluarkan bau serta sudah dalam kondisi meninggal dunia.
"Diduga meninggal karena serangan jantung. Saksi I pun langsung menghubungi kepolisian," ujarnya.
Tim Pamapta dan Inafis Satreskrim Polrestabes langsung melakukan pengecekan TKP dan jasad LS segera dievakuasi ke rumah sakit. "Dibawa ke RS Sartika Asih," ujarnya.
Seorang anak perempuan berusia 12 tahun ditemukan meninggal dunia di rumahnya di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Kapolsek Cibinong AKP Jony Handoko mengatakan orang pertama yang menemukan anak tersebut adalah kakeknya. Sang kakek memang rutin berkunjung karena cucunya tersebut kerap tinggal bersamanya.
Saat kejadian, kedua orang tua anak tersebut sedang bekerja. Di dalam rumah, korban hanya bersama adiknya yang masih berusia empat tahun."Saat kejadian korban bersama adiknya di dalam rumah, sedangkan orang tua korban bekerja," ujar Jony, Rabu (19/8/2026).
Sang kakek sempat memanggil dari luar rumah, namun tidak mendapat jawaban. Ia kemudian berusaha membuka pintu dan menemukan cucunya sudah tidak bernyawa.
Upaya pertolongan sempat dilakukan, tetapi nyawa korban tidak tertolong. Kabar duka tersebut kemudian disampaikan kepada kedua orang tua korban. Pengurus lingkungan dan kepolisian juga segera dihubungi.
Petugas yang menerima laporan kemudian mendatangi rumah tersebut dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan luka akibat kekerasan benda tumpul maupun senjata tajam. Polisi kemudian meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk kedua orang tua korban.
Dari keterangan keluarga, polisi memperoleh informasi mengenai telepon genggam milik korban yang sedang digadaikan oleh ibunya.
"Keterangan dari saksi-saksi lainnya, salah satunya kedua orang tua korban, HP milik korban sedang digadaikan oleh ibunya untuk menyambung hidup atau makan sehari-hari," kata Jony.
Menurut keterangan tersebut, korban beberapa kali meminta agar telepon genggam miliknya segera ditebus. Namun, permintaan itu belum dapat dipenuhi karena orang tua korban belum mempunyai cukup uang.
"Orang tuanya belum cukup uang untuk menebus HP milik korban," ucap Jony.
Pihak keluarga kemudian menolak pemeriksaan lanjutan melalui autopsi dan menerima kepergian anak tersebut sebagai musibah.