"Pihak keluarga sudah menerima kejadian itu sebagai musibah. Dengan demikian, pihak keluarga bersepakat menolak dilakukannya autopsi terhadap korban dan telah membuat surat penolakan," tutur Jony.
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Indramayu mengungkap kasus pencurian pipa besi milik PT Pertamina di kawasan Gudang Pertamina EP Field Jatibarang, Jalan Raya Mundu, Desa Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap dua orang yang diduga terlibat, yakni W alias K (39) dan N (60). Keduanya diketahui merupakan warga Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu.
Kapolres Indramayu AKBP Prianggo PM melalui Kasat Reskrim AKP Muchammad Arwin Bahar mengatakan, salah satu tersangka, W alias K, lebih dahulu terdeteksi berada di wilayah Jakarta Timur.
Petugas kemudian bergerak dan mengamankan W di Jakarta Timur pada Senin (17/8/2026). Pada hari yang sama, tim yang berada di Indramayu juga menangkap N di wilayah Kecamatan Karangampel.
"Setelah mengamankan inisial W di Jakarta Timur, sebagian Tim URC Polres Indramayu yang berada di Indramayu turut bergerak cepat mengamankan tersangka N di wilayah Kecamatan Karangampel pada tanggal yang sama," kata Arwin, saat dihubungi pada Kamis (20/8/2026).
Dari pemeriksaan awal, kedua tersangka mengakui keterlibatan mereka dalam pencurian tersebut. Saat ini keduanya telah diamankan di Mapolres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Polisi menduga pencurian pipa besi milik Pertamina itu dilakukan berulang kali. Berdasarkan keterangan sementara, aksi serupa disebut terjadi pada hari yang berbeda dan diduga melibatkan sejumlah orang lain.
Kerugian yang dialami perusahaan akibat pencurian tersebut ditaksir mencapai USD 133.765,6. Jika dikonversikan menggunakan kurs Rp 17.773 per dolar AS per hari ini, nilai kerugian mencapai sekitar Rp 2,36 miliar.
Dalam proses penangkapan, polisi turut menyita barang bukti berupa dua unit telepon seluler dan satu dompet milik tersangka.
Arwin memastikan penyidikan masih terus dikembangkan. Polisi akan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain serta mengungkap jaringan dan alur pencurian aset Pertamina tersebut.
Pengungkapan kasus ini dilakukan dalam rangka Operasi Libas Lodaya 2026 yang digelar untuk menekan tindak kriminalitas sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Indramayu.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi tindak kriminal di lingkungan sekitar.
"Warga diimbau untuk segera menghubungi layanan Lapor Pak Polisi - Siap Mas Indramayu di nomor WhatsApp 0819-9970-0110 atau layanan darurat Call Center Polri di nomor 110," ujar Tarno.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berkesempatan memberikan kuliah umum dalam Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran (Prabu) 2026 yang diselenggarakan awal bulan Agustus lalu.
Dalam kegiatan tersebut, Dedi berkesempatan berbincang dengan sejumlah mahasiswa baru Unpad, salah satunya Keisha, mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan Unpad.
Warga Leles, Garut ini menceritakan kisah hidupnya kepada KDM, sapaan karib Dedi Mulyadi. Dia mengisahkan bahwa dirinya menjadi korban perceraian orang tua. Ayahnya disebut tidak bertanggung jawab, sehingga ia dibiayai oleh sang ibu yang saat ini bekerja di restoran dengan bekal pas-pasan.
Dalam perbincangannya, KDM sesekali berceloteh dengan Keisha hingga mengundang gelak tawa mahasiswa lainnya. Bahkan, Keisha juga mengatakan kuliah di Unpad dengan modal nekat.
Iba dengan semangat Keisha berkuliah, dia pun mendapatkan bantuan dari KDM. Banyak yang memberikan dukungan kepada Keisha, hingga video perbincangan Keisha dengan KDM viral di media sosial (medsos). Tidak berhenti di sana, kisah Keisha kembali viral di medsos. Namun, kali ini Keisha dikabarkan mengalami tekanan psikologis, merasa malu, dan kehilangan semangat untuk berkuliah.
Hal itu terjadi karena interaksi KDM dan Keisha viral setelah sejumlah pertanyaan dan candaan soal kondisi keluarga serta pilihan jurusannya dinilai warganet kurang sensitif.
Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita mengatakan, kondisi Keisha baik-baik saja. "Kuliahnya sih baik-baik saja. Dia enggak ada apa-apa," kata Arief di Rektorat Unpad, Kamis (20/8/2026). "Justru saya ingin tidak memperbesar ini menjadi masalah lebih meluas, karena kasihan pada anaknya," tambahnya.
Arief menegaskan bahwa Keisha dalam kondisi baik-baik saja. "Jadi prinsipnya, konteksnya, kalau ada sesuatu, semua sudah terkontrol kok. Enggak ada masalah apa-apa," tuturnya.