NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih peringkat pertama sebagai Provinsi Ramah Wisata Muslim dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 pada ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Selain penghargaan tersebut, Jawa Barat juga menerima Special Recognition IMTI kategori Best IMTI Performance of the Year, melanjutkan capaian serupa yang diraih pada 2025.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dari Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta International Convention Center (JICC).
"Alhamdulillah, sebuah kebanggaan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerima penghargaan tertinggi sebagai Provinsi Terbaik Peringkat 1 di Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 yang diserahkan secara langsung oleh Menteri Pariwisata Ibu Widiyanti Putri Wardhana, pada ajang bergengsi ISEF 2026," ujar Erwan dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak dalam mengembangkan pariwisata ramah Muslim di Jawa Barat. Kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat pariwisata, dan Bank Indonesia dinilai berperan dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta daya saing sektor pariwisata daerah.
"Prestasi membanggakan ini adalah buah dari kerja keras, muhasabah, dan kolaborasi erat dari seluruh pihak. Target kita untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas pariwisata ramah Muslim di Jawa Barat akhirnya terwujud nyata," tuturnya.
Erwan juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat Jawa Barat. Ia berharap pencapaian ini dapat semakin mendorong promosi potensi wisata daerah, mulai dari keramahan masyarakat hingga keindahan alam dan kelengkapan fasilitas pariwisata, kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Jawa Barat. Mari terus kita tunjukkan keramahan, keindahan alam, dan kelengkapan fasilitas pariwisata kita kepada dunia," pungkasnya.
Menurutnya penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian yang mewarnai penyelenggaraan ISEF ke-13 di JICC pada 14-18 Oktober 2026. Kegiatan ini melibatkan mitra ekonomi dan keuangan syariah dari dalam maupun luar negeri serta lebih dari 1.000 pelaku industri halal.
Selain menjadi forum pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, ISEF 2026 menghadirkan lebih dari 100 agenda secara luring dan daring yang mempertemukan pelaku usaha dari berbagai sektor.
Rangkaian kegiatan tersebut mencakup business matching perdagangan dan wastra, Forum Bisnis Pesantren, serta forum nasional dan internasional di bidang halal, zakat, wakaf, pembiayaan haji, dan pariwisata ramah Muslim.
Di sektor usaha, ISEF 2026 juga menjadi kesempatan bagi UMKM Jawa Barat untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkenalkan produk unggulan. Sebanyak 30 UMKM dan pesantren binaan Bank Indonesia Jawa Barat mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pameran, fashion show, business matching, Halal Mart, hingga Jawara Ekspor.
Salah satu kegiatan yang diikuti pelaku usaha tersebut adalah Modest Fashion Exhibition. Dalam kegiatan ini, sebanyak 14 UMKM wastra dan fesyen Jawa Barat membuka booth di area Lobby dan Cenderawasih JICC untuk memperkenalkan produk mereka kepada pengunjung.
Ke-14 UMKM tersebut terdiri atas Dama Kara, YASA, Neu Men, Boolao, Klambikoe, Fustan by Dots Indonesia, Bellahasura, Himeca Daily, Awgorgeousin, Kirapassa, Netaly, Jofan Design, Artikala, dan Anggia Handmade. Dari peserta tersebut, enam UMKM, yakni Jofan Design, Artikala, Klambikoe, Bellahasura, Fustan by Dots Indonesia, dan Boolao, turut tampil dalam fashion show IN2MOTIONFEST x JMFW 2026.
Selain mengikuti pameran dan peragaan busana, para pelaku usaha juga memanfaatkan agenda pertemuan bisnis untuk menjajaki peluang kerja sama. Mom Aiko Store, misalnya, turut berpartisipasi dalam kegiatan business matching modest fashion.
Partisipasi UMKM Jawa Barat juga mencakup sektor makanan dan minuman halal yang ditampilkan melalui beberapa area pameran. Ciomy, D'Mamam, Imago, Sila Tea, dan Yammy Babeh hadir di area Halal Food B2B, sedangkan Alamme dan Madu NP menempati area Halal Food B2C di Hall B JICC.
Produk makanan dan minuman halal lainnya turut dipasarkan melalui Gema Halal-Halal Mart. Produk yang ditampilkan meliputi Ciomy, D'Mamam, Imago, MT Farm, Srinaga & Cancimen, Sunkrips, Palmute & Bee Polis, Nurul Iman, dan Sila Tea.
Upaya memperluas akses pasar tersebut juga dilakukan melalui area Jawara Ekspor yang menampilkan produk dari sektor makanan halal dan modest fashion. Selain pelaku UMKM, keikutsertaan Jawa Barat dalam ISEF 2026 juga mencakup pesantren binaan Bank Indonesia Jawa Barat, yaitu Gerbang Santri (Air Berkah) dan Pondok Pesantren Darussyifa Al Fitra.
Keterlibatan berbagai pelaku usaha dan pesantren ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah daerah. Pembinaan terhadap UMKM dan pesantren tersebut dilakukan secara berkelanjutan dan berjenjang, mulai dari penguatan kapasitas usaha, kurasi produk, perluasan akses pasar, hingga akses pembiayaan syariah.
Melalui rangkaian ISEF 2026, para peserta juga memperoleh kesempatan untuk membangun jejaring bisnis, menjajaki kemitraan, dan memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.
Melalui kesinambungan pembinaan dari tingkat daerah hingga nasional, UMKM Jawa Barat diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha dan memperkuat perannya dalam rantai nilai halal nasional. Upaya ini sekaligus diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan semangat "Kebaikan untuk Semua".