NADIKABAR.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat kembali merealisasikan capaian investasi tertinggi di tingkat nasional. Pada triwulan III 2026, realisasi investasi di Jawa Barat mencapai Rp 91 triliun atau setara dengan 17,2% dari total investasi nasional.
Sementara itu, realisasi investasi nasional pada triwulan III 2026 mencapai Rp528,7 triliun. Nilai tersebut tumbuh 7,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, menilai capaian tersebut menunjukkan iklim investasi di Jawa Barat tetap kondusif di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Pencapaian investasi tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Jawa Barat yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Secara terperinci, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Barat mencapai Rp54,3 triliun, tertinggi secara nasional. Nilai tersebut setara dengan 20,1% PMA nasional.
Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Jawa Barat mencapai Rp36,7 triliun, setara dengan 14,2%. Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat pada peringkat 2.
Pada semester I 2026 (Januari-Juni), total realisasi investasi di Jawa Barat tercatat mencapai Rp138,13 triliun. Hal ini membuat total investasi sepanjang Januari-September 2026 mencapai sekitar Rp229,1 triliun.
Pada 2026, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat menetapkan target total investasi sebesar Rp276,88 triliun. Besarnya realisasi investasi juga menunjukkan Jawa Barat masih memiliki daya tarik bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri.