"Kami akan memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat pemeriksaan rutin agar masyarakat dapat merasa lebih yakin terhadap keamanan pangan," ujarnya.
Kekhawatiran tersebut muncul setelah kasus penggunaan formaldehida pada sawi putih terungkap di Kabupaten Kangbao, Kota Zhangjiakou, Provinsi Hebei, China. Otoritas China mengonfirmasi bahwa seorang pemasok menggunakan bahan kimia tersebut pada sawi putih yang telah dipanen, diduga untuk membuatnya tetap segar lebih lama.
Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengklasifikasikan formaldehida sebagai karsinogen Grup 1, yang berarti terdapat bukti kuat bahwa zat tersebut dapat menyebabkan kanker pada manusia. Formaldehida umum digunakan untuk keperluan industri, disinfeksi, serta pengawetan spesimen biologis, tetapi dilarang digunakan pada makanan.
Kasus tersebut terungkap setelah sebuah video yang diunggah ke media sosial China pada 22 Agustus memperlihatkan pekerja mencelupkan sawi putih ke dalam cairan sebelum memasukkannya ke truk. Otoritas setempat kemudian mengonfirmasi bahwa cairan tersebut mengandung formaldehida.
Media China pada Minggu melaporkan bahwa polisi telah menahan tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.