Matt berharap perawatan eksperimental tersebut dapat mengembalikan penampilannya dan memberinya kesempatan untuk memulai kembali kehidupannya.

Perawatan itu pada awalnya memberikan hasil yang luar biasa. Matt berhasil mendapatkan kembali wajahnya seperti semula. Harapan untuk kembali berkarier dan merebut kehidupannya yang hilang pun mulai tumbuh kembali.

Akan tetapi, keberhasilan tersebut ternyata menyimpan konsekuensi mengerikan. Perawatan yang ia jalani menimbulkan efek samping tak terduga yang memengaruhi kondisi mental dan fisiknya.

Tubuh Matt mulai mengalami perubahan yang mengerikan, sementara kemampuannya untuk membedakan kenyataan dan dorongan dalam dirinya semakin terganggu.

Perubahan itu perlahan mengubah Matt menjadi sosok yang dikenal sebagai Clayface, tubuhnya dapat menyerupai tanah liat dan dapat berubah bentuk.

Transformasi tersebut menjadi titik balik dalam kehidupan Matt, ketika upaya untuk mendapatkan kembali identitasnya justru membuatnya kehilangan kendali atas diri sendiri.