NADIKABAR.COM β€” Jaecoo Indonesia menyatakan tidak menemukan indikasi cacat produk pada mobil listrik Jaecoo J5 EV yang mengalami kecelakaan di kawasan Jalan KH Mas Mansyur, Jakarta, pada 4 November 2026.

Dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Kamis, Jaecoo Indonesia mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan teknis terhadap kendaraan yang mengalami insiden hingga menyebabkan roda depan kanannya terlepas.

β€œHasil pemeriksaan tidak menemukan indikasi bahwa cacat produk menyebabkan insiden tersebut,” demikian pernyataan resmi Jaecoo Indonesia.

Perusahaan menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan teknis, kendaraan terlebih dahulu mengalami benturan dengan trotoar dan pagar pembatas jalan sebelum roda depan terlepas. Dengan demikian, terlepasnya roda tersebut akibat dari benturan, bukan penyebab terjadinya kecelakaan.

"Kendaraan mengalami benturan dengan trotoar dan pagar pembatas jalan sebelum roda depan terlepas. Terlepasnya roda tersebut merupakan akibat dari benturan, bukan penyebab terjadinya insiden," bunyi pernyataan tersebut.

Insiden itu juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bagian kendaraan, yakni bumper depan kanan, fender depan kanan, dan pintu depan kanan. Rangkaian kejadian itu disebut sesuai dengan keterangan pemilik kendaraan.

Jaecoo Indonesia sekaligus mengklarifikasi informasi mengenai bagian roda yang terdampak. Perusahaan menegaskan bahwa roda yang terlepas merupakan roda depan, bukan roda belakang sebagaimana disebutkan dalam sejumlah pemberitaan yang beredar.

Insiden tersebut sebelumnya menjadi perhatian publik setelah video kondisi Jaecoo J5 EV beredar di media sosial pada Rabu (4/11). Dalam video singkat tersebut, SUV listrik itu terlihat mengalami kerusakan pada bagian roda kanan depan.

Kejadian ini turut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas dan keamanan kendaraan, terutama terkait dugaan kerusakan komponen as roda.

Belum lama, saudaranya Omoda 5 mengalami patah as roda di Malaysia. Insiden as roda pada SUV tersebut terulang setelah pertama kali terjadi pada 2024. Akibatnya, pendaftaran baru mobil Omoda 5 dihentikan sementara oleh otoritas setempat.

Saat ini, kendaraan tersebut sedang menjalani proses perbaikan. Tim Aftersales Jaecoo Indonesia tengah mengoordinasikan tindak lanjut yang diperlukan dan memprioritaskan ketersediaan suku cadang untuk mendukung kelancaran proses perbaikan.

Perusahaan menyatakan telah berkomunikasi secara langsung dengan pemilik kendaraan dan memberikan dukungan layanan purnajual (aftersales). Jaecoo Indonesia juga berkomitmen untuk terus mendampingi pemilik kendaraan serta menyampaikan perkembangan proses perbaikan.

β€œKeselamatan konsumen tetap menjadi prioritas kami. Jaecoo Indonesia berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan telah terverifikasi dalam menanggapi pertanyaan terkait insiden ini,” kata perusahaan.

Jaecoo J5 EV merupakan salah satu mobil listrik dengan penjualan tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi wholesales model tersebut mencapai 26.635 unit sepanjang Januari-September 2026.