Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Widi Hartanto melaporkan, sebanyak 1.724 kegiatan GPM telah digelar di 35 kabupaten/kota sepanjang 2026, dengan total omzet mencapai Rp 31.032.488.764. Kegiatan tersebut melibatkan Perum Bulog, BUMN, BUMD, koperasi, kelompok tani, BUMDes, dan mitra swasta.

Dalam pelaksanaan GPM di Kabupaten Semarang, tersedia 7,5 ton beras dengan harga mulai Rp 57.000 per 5 kilogram dan 2.000 liter minyak goreng seharga Rp 15.500 per liter. Sejumlah komoditas lain yang dijual meliputi telur, daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, buah, dan sayuran.

Pemprov Jawa Tengah juga menyalurkan subsidi jagung sebanyak 12 ton dengan harga tebus Rp 5.500 per kilogram bagi peternak kecil yang memiliki kurang dari 5.000 ekor ternak.

Selain itu, tersedia 5 ton beras bersubsidi seharga Rp 12.000 per kilogram dan 300 kilogram beras organik seharga Rp 15.000 per kilogram.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kepada 505 penerima manfaat. Jumlah tersebut terdiri atas 205 warga Desa Delik dan 300 warga Desa Tuntang.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Mohamad Noor Nugroho menyampaikan inflasi Jawa Tengah tercatat sebesar 3,18%, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 3,28%.

Meski relatif terkendali, stabilitas harga pangan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain fenomena El Nino, serangan hama tikus, biaya distribusi, serta peningkatan permintaan pada waktu tertentu.