"Gerakan Pangan Murah seperti yang kita laksanakan hari ini, apalagi serentak, harapannya bisa mengendalikan inflasi secara keseluruhan di Jawa Tengah," kata Noor.
Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah juga mendorong penguatan produksi dan distribusi pangan. Upaya tersebut dilakukan melalui perbaikan irigasi, pemasangan pompa air, pengendalian hama, kerja sama antardaerah, serta penguatan peran PT Jateng Agro Berdikari.
Salah seorang warga, Purwati, mengaku terbantu dengan harga sejumlah kebutuhan pokok yang ditawarkan dalam GPM. Ia mencontohkan bawang merah yang dijual Rp 24.000 per kilogram, lebih murah dibandingkan harga di warung sebesar Rp 28.000 per kilogram.
Gula pasir juga dijual Rp 16.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga biasa sebesar Rp 18.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng dijual Rp 31.000 per 2 liter dan telur ayam Rp 20.000 per kilogram.
Warga lainnya, Maryam, berharap kegiatan pasar murah dapat lebih sering dilaksanakan agar masyarakat memiliki kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Ya, alhamdulillah sangat terbantu. Mudah-mudahan sering ada ya di sini. Terima kasih Bapak Presiden, terima kasih Bapak Gubernur. Sering-sering mengadakan pasar seperti ini, sangat-sangat membantu," ungkap Maryam. (ega/ega)