Namun, menurutnya pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan warga Jakarta ini membutuhkan modal investasi yang cukup besar. Untuk itu Pramono mengaku terus memperkuat kemitraan tim redaksi pemerintah, investor, dunia usaha, dan lembaga global.
Dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta menawarkan 37 proyek investasi strategis kota dengan total nilai mencapai Rp 115 triliun atau sekitar US$ 5 miliar kepada para investor, baik domestik maupun global.
Proyek yang ditawarkan mencakup berbagai sektor kunci di Jakarta mulai dari pembangunan berorientasi transit (Transit-Oriented Development/TOD), hunian dan perhotelan, kawasan komersial mixed-use, industri dan logistik, hingga infrastruktur kawasan tepi air (waterfront).
"Kami menyambut para mitra yang dapat membawa modal, teknologi, keahlian, dan model bisnis inovatif untuk mengubah peluang ini menjadi hasil nyata bagi Jakarta," pungkas Pramono.