Ia mencontohkan pemanfaatan aplikasi untuk memperbarui data warga yang mengalami stunting agar informasi tersebut dapat diketahui para pemangku kepentingan sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Menurut dia, inovasi yang dikembangkan tidak harus berbentuk teknologi atau aplikasi, tetapi dapat berupa berbagai solusi yang mempermudah pekerjaan aparatur dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ia juga mengajak camat dan lurah mempelajari inovasi dari wilayah lain, baik di dalam maupun luar negeri, untuk memperoleh gagasan yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan daerah.
Arifin berharap kompetisi tersebut menghasilkan inovasi yang bermanfaat dan dapat menjadi praktik baik dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.