NADIKABAR.COM β Pemerintah Kota Jakarta Pusat menargetkan pengurangan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang sebesar 50 persen mulai 1 Januari 2027 melalui pemilahan dan pengolahan sampah dari sumbernya.
Kepala Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Martua Sitorus, mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan partisipasi masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan pengelola kawasan dalam mengubah pola pengelolaan sampah.
"Pemilahan dan pengolahan sampah harus dimulai dari kesadaran, baik di tingkat masyarakat dan komunitas lokal. Tanpa partisipasi aktif warga dalam memilah sampah sesuai jenisnya, target pengurangan 50 persen volume sampah ke tempat pembuangan akhir akan sulit tercapai,β kata Martua dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Martua mengatakan upaya pengurangan sampah dilakukan dengan mengoptimalkan bank sampah unit, mengolah sampah organik, serta memperbaiki pengelolaan sampah dapur.
Menurut dia, program yang mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi tersebut dapat memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi timbulan sampah sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ia mengatakan target pengurangan sampah tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Melalui kebijakan tersebut, masyarakat didorong untuk membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah maupun lingkungan usaha.
Martua menilai konsistensi masyarakat dalam memilah sampah menjadi faktor penting untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.
βKeberhasilan program ini sangat bergantung pada konsistensi dan kerja bersama seluruh lapisan masyarakat,β ujarnya.
Ia menambahkan Pemkot Jakarta Pusat mengajak warga, komunitas, dan pelaku usaha memperkuat kolaborasi dalam pemilahan serta pengolahan sampah agar pengurangan beban TPST Bantar Gebang dapat berjalan berkelanjutan.
"Kita berharap upaya kolektif ini dapat meredam dampak lingkungan dan menjamin kelangsungan kehidupan yang lebih baik bagi generasi masa depan," kata Martua.