NADIKABAR.COM — Pernah merasa kepala penuh setelah seharian bekerja atau memikirkan banyak hal? Alih-alih terus duduk di depan laptop, sebagian orang memilih keluar sebentar dan berjalan kaki.
Menariknya, setelah beberapa menit berjalan, pikiran kadang terasa lebih ringan. Masalah yang sebelumnya terasa rumit juga seperti lebih mudah dipikirkan.
Lalu, apakah jalan kaki memang bisa membantu menjernihkan pikiran atau hanya perasaan sesaat?
Jawabannya, ada dasarnya secara ilmiah.
Jalan kaki merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang tidak hanya bermanfaat bagi tubuh, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan mental. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut aktivitas fisik secara rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan mental, fungsi kognitif dan kesejahteraan secara keseluruhan.
Namun, "menjernihkan pikiran" bukan berarti berjalan kaki bisa langsung menghilangkan semua masalah. Efeknya lebih berkaitan dengan perubahan suasana hati, penurunan ketegangan dan membantu otak bekerja dalam kondisi yang lebih baik.
Kenapa berjalan kaki bisa bikin pikiran terasa lebih ringan?
Ketika berjalan, tubuh tidak hanya menggerakkan kaki. Aktivitas fisik juga memengaruhi berbagai proses di dalam tubuh dan otak.
WHO mencatat bahwa aktivitas fisik secara rutin berkaitan dengan penurunan gejala depresi dan kecemasan serta peningkatan kesehatan otak.
Artinya, bergerak secara teratur dapat menjadi salah satu bagian dari kebiasaan yang mendukung kesehatan mental.
Ada pula penelitian yang secara khusus melihat hubungan antara jalan kaki dan gejala kecemasan maupun depresi.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang melibatkan 75 uji klinis acak dengan lebih dari 8.600 peserta menemukan bahwa berbagai bentuk jalan kaki dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan dibandingkan kondisi tidak aktif.