Penelitian tersebut juga menemukan manfaat pada berbagai pola jalan kaki, baik dilakukan sendiri maupun berkelompok, di dalam maupun di luar ruangan.
Meski begitu, peneliti juga mencatat bahwa manfaat jalan kaki tidak selalu berbeda ketika dibandingkan dengan bentuk aktivitas fisik lain. Artinya, kemungkinan bukan hanya aktivitas "jalan kaki" yang berperan, tetapi juga kebiasaan membuat tubuh lebih aktif.
Bukan berarti masalah langsung hilang
Ada perbedaan antara pikiran menjadi lebih jernih dan masalah benar-benar selesai.
Ketika sedang banyak pikiran, otak bisa terasa seperti mengerjakan terlalu banyak hal dalam waktu bersamaan. Berjalan kaki memberikan jeda dari aktivitas yang sedang dilakukan, terutama jika sebelumnya seseorang terus duduk di depan layar atau berada di lingkungan yang penuh tuntutan.
Jeda tersebut dapat membuat seseorang punya kesempatan untuk mengalihkan perhatian sejenak.
Setelah itu, masalah yang sama mungkin masih ada. Namun, kondisi emosional bisa menjadi sedikit lebih tenang sehingga seseorang dapat melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.
Karena itu, jalan kaki lebih tepat dilihat sebagai salah satu cara untuk membantu mengelola stres dan menjaga kondisi mental, bukan sebagai solusi tunggal untuk semua persoalan.
Kalau jalan kakinya di tempat hijau, apakah lebih bagus?
Berjalan kaki di luar ruangan, terutama di lingkungan yang memiliki unsur alam, sering dikaitkan dengan suasana hati yang lebih baik.
Sebuah penelitian yang membandingkan berjalan kaki di lingkungan alam, kawasan perkotaan dan treadmill menemukan bahwa berjalan di lingkungan alam memberikan peningkatan suasana hati positif dan penurunan suasana hati negatif yang lebih besar.
Namun, penelitian tersebut tidak menemukan perbedaan pada sejumlah ukuran fungsi kognitif seperti perhatian, memori kerja dan fungsi eksekutif.