Pekerjaan sebagai jalan mobilitas ekonomi

Bagi sebagian besar rumah tangga, pekerjaan merupakan pintu utama menuju kehidupan yang lebih baik. Pendapatan dari pekerjaan membiayai kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, layanan kesehatan, dan tabungan untuk menghadapi masa depan.

Pekerjaan yang produktif dan memberikan penghasilan memadai juga membantu rumah tangga membangun ketahanan ketika menghadapi kenaikan harga atau guncangan ekonomi.

Karena itu, memiliki pekerjaan dan memiliki pekerjaan yang mampu meningkatkan kesejahteraan merupakan dua hal yang saling berkaitan, tetapi tidak selalu sama. Seseorang dapat tercatat bekerja, tetapi masih menghadapi jam kerja yang terbatas atau pendapatan yang belum memadai.

Usaha kecil dapat menyerap tenaga kerja, tetapi menghadapi kesulitan meningkatkan produktivitas karena keterbatasan teknologi, pembiayaan, dan akses pasar. Demikian pula lulusan pendidikan menengah dan tinggi membutuhkan kesempatan kerja yang sesuai dengan keterampilan agar investasi pendidikan dapat memberikan manfaat ekonomi.

Tantangan tersebut membantu menjelaskan mengapa pertumbuhan ekonomi belum tentu secara otomatis memperluas kelompok masyarakat berpendapatan menengah. Bank Dunia mencatat bahwa proporsi pekerja yang memperoleh pendapatan kelas menengah turun dari 14,5 persen pada 2018 menjadi sekitar 7 persen pada 2025.