NADIKABAR.COM — Setiap tahun, dokter di sebuah rumah sakit di Provinsi Yunnan, China, menangani ratusan pasien dengan keluhan yang hampir sama. Mereka biasanya datang pada Juni hingga Agustus dengan kondisi pusing dan disorientasi.
Hasil pemeriksaan darah untuk mengetahui fungsi hati dan ginjal umumnya tidak menunjukkan kelainan berarti. Namun, ada satu gejala yang membuat para dokter penasaran. Para pasien mengaku melihat sosok-sosok kecil menyerupai peri atau manusia mungil yang bergerak di sekitar mereka.
Setelah ditelusuri, para pasien tersebut ternyata memiliki kebiasaan mengonsumsi jamur berwarna kecokelatan yang berubah menjadi biru ketika dipotong. Jamur tersebut bernama Lanmaoa asiatica. Bukan hanya di Yunnan, China, jamur ini juga tumbuh di Cordillera, Filipina.
Masyarakat Yunnan cukup menyukai jamur ini karena memiliki cita rasa khas. Ketika musim jamur tiba dan persediaannya melimpah, L. asiatica terkadang dikonsumsi dalam kondisi mentah atau belum matang sempurna.
Tak lama setelah mengonsumsinya, sebagian orang mengalami gejala aneh yang hampir sama, yakni melihat sosok-sosok kecil di sekeliling mereka. Fenomena inilah yang kemudian membuat masyarakat China menjuluki L. asiatica sebagai Xiao ren ren, yang berarti jamur "orang kecil".
Pada 1991 Guan Linchu dan Peizi Kuang dari Institute of Psychology, Chinese Academy Sciences, Beijing melaporkan analisis 300 kasus orang yang mengalami apa yang disebut sebagai halusinasi Lilliputian.
Dalam istilah psikiatri, halusinasi Lilliputian merujuk pada kondisi ketika seseorang melihat sosok manusia berukuran sangat kecil atau makhluk-makhluk fantastis. Istilah ini diambil dari Lilliput, negeri fiktif yang dihuni manusia-manusia berukuran mungil dalam novel Gulliver's Travels.
Seluruh pasien dalam penelitian tersebut mengaku melihat manusia atau hewan berukuran kecil yang bergerak di sekitar mereka. "Mereka melihatnya di pakaian maupun di atas piring saat makan," tulis penelitian tersebut seperti dikutip dari BBC Science Focus.