Colin Domnauer dari Natural History Museum of Utah, yang mempelajari jamur tersebut dan pernah mengonsumsinya di restoran yang mengolahnya, menceritakan pengalamannya kepada BBC Future saat makan di sebuah restoran mushroom hot pot.

Saat itu, pelayan restoran memasang pengatur waktu selama 15 menit. Setelahnya, ia memperingatkan para pelanggan, "Jangan dimakan sebelum waktunya berbunyi, atau kalian mungkin akan melihat orang-orang kecil."

Terdapat jamur-jamur lain yang juga menyebabkan halusinasi, dikenal secara umum sebagai magic mushroom yang memiliki psilocybin dan psilocin.

Menurut National Institute on Drug Abuse USA, Psilocybin sendiri merupakan zat yang termasuk dalam kelompok obat yang disebut psikedelik, yang berpotensi mengubah persepsi seseorang tentang realitas, membuat mereka melihat, mendengar, dan merasakan hal-hal yang tidak terjadi dalam kehidupan nyata.

Orang-orang juga kerap mengkonsumsi jamur yang sama dengan harapan mendapat pengalaman unik, menarik, bahkan karena alasan spiritual. Adapula yang menggunakan zat ini dalam dosis kecil untuk meningkatkan kondisi mental dan produktivitas mereka.

Di sisi lain, zat ini juga dapat berpengaruh secara langsung terhadap tubuh konsumennya. Diantaranya adalah meningkatnya tekanan darah dan detak jantung yang berpotensi menjadi gangguan serius bagi penderita penyakit jantung.

Meski termasuk ke dalam jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan halusinasi, psilocybin tidak menyebabkan kecanduan.

*Penulis adalah peserta program Maganghub Kemnaker di NadiKabar.com