Kendati demikian, hal tersebut menurut Citra tidak menjadikan prank tarik kursi aman. Ia mengingatkan, cedera tulang belakang tidak selalu langsung terlihat berat, tetapi tetap berisiko fatal.

Ia menjelaskan, orang yang cedera berat karena jatuh karena prank tarik kursi juga dapat mengalami risiko gagal napas.

"Pada cedera servikal yang berat, juga terdapat kemungkinan gagal napas karena gangguan saraf yang mengendalikan otot-otot pernapasan," ucapnya.

Jika jatuh karena kena candaan tarik kursi, maka seseorang harus segera mendapatkan pertolongan medis. Namun, Citra mengingatkan, korban tidak boleh dipindahkan tanpa stabilisasi yang baik karena cedera bisa menjadi lebih parah.

Untuk menghindari bahaya cedera, Citra mengimbau agar siswa diajarkan bermain dan olahraga dengan aman.

"Orang tua dan guru perlu memberi contoh kepada anak-anak untuk melakukan kegiatan permainan atau olahraga secara aman," ucapnya.