Pertumbuhan jamur secara mikroskopis dapat menjalar lebih dalam, terutama pada makanan yang lembut dan lembap. Jika jamur muncul pada makanan sisa, pilihan paling aman adalah membuang seluruh isi wadah tersebut.
Perhatikan juga perubahan warna sebelum menyantap kembali makanan yang disimpan di kulkas. Warna yang terlihat tidak biasa, berubah, atau muncul bercak dapat menjadi salah satu tanda makanan mulai mengalami kerusakan.
"Jika warnanya terlihat tidak biasa atau berbintik, kondisi tersebut sering menandakan terjadinya perubahan akibat mikroba atau reaksi kimia," ujar Pascua.
Perubahan warna dapat disebabkan oleh oksidasi, aktivitas enzim, maupun pertumbuhan mikroorganisme. Meski tidak setiap perubahan warna berarti makanan berbahaya, kondisi ini patut diwaspadai, terutama jika dibarengi aroma aneh, tekstur berlendir, atau tanda kerusakan lainnya.
5. Wadah Menggembung atau Makanan Berbuih
Wadah makanan yang tiba-tiba menggembung juga tak boleh disepelekan. Begitu pula jika makanan mengeluarkan gelembung atau busa yang sebelumnya tidak ada.
Kondisi tersebut dapat menunjukkan mikroorganisme sedang berkembang dan menghasilkan gas di dalam wadah. "Jika makanan berbuih, mengeluarkan gelembung, atau wadahnya menggembung, mikroba sedang menghasilkan gas di dalamnya," jelas Pascua.
Menurutnya, mengonsumsi makanan tersebut berisiko menyebabkan infeksi serius akibat bakteri seperti Salmonella atau E. coli. Tanda ini perlu lebih diperhatikan pada wadah tertutup karena penumpukan gas dapat membuat kemasan atau tutupnya terlihat menonjol.