dr Rini menjelaskan, glaukoma terbagi menjadi beberapa jenis. Pada glaukoma primer sudut tertutup, terjadi peningkatan tekanan bola mata secara mendadak yang disertai rasa sakit luar biasa dan mata memerah.
"Tapi glaukoma primer dengan sudut tertutup, ini yang punya tiba-tiba serangan akut. Kesakitan mendadak, butanya juga bisa terjadi secara mendadak. Gitu," ucapnya.
Selain serangan akut, mata merah juga sering dialami oleh pasien glaukoma yang sedang menjalani pengobatan obat tetes jangka panjang atau pasien yang pernah melakukan operasi glaukoma.
Pada pasien pasca-operasi, iritasi, atau gesekan pada mata bisa berisiko merobek bekas saluran operasi dan menjadi pintu masuk infeksi berbahaya.
Karena penyebab mata merah sangat beragam, memeriksakan diri ke dokter spesialis mata adalah langkah paling aman. Dokter membutuhkan alat khusus seperti slit lamp untuk memperbesar tampilan kornea dan menentukan diagnosis secara presisi.
Hindari membeli obat tetes mata keras (berlogo lingkaran merah) tanpa resep dokter. Untuk pertolongan pertama, cukup gunakan air mata buatan (artificial tears) untuk menenangkan mata.
Jika rasa perih, pandangan kabur, atau warna merah tak kunjung mereda, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan terdekat.