NADIKABAR.COM — Jaring ikan bekas diolah menjadi material berkelanjutan. Selama dua tahun, 20 ton jaring berhasil dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali.
Bandung - Jaring ikan bekas diolah menjadi material berkelanjutan. Selama dua tahun, 20 ton jaring berhasil dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali.
Pekerja memasukkan jaring ikan bekas atau ghost net ke dalam mesin pencacah di Parongpong RAW Lab, Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026). tim redaksi FOTO/Abdan Syakura
Parongpong RAW Lab, salah satu penerima dukungan dana hibah DBS Foundation Grant Program 2025, telah mengumpulkan 20 ton jaring bekas selama dua tahun dengan memberdayakan 1.000 anggota komunitas pesisir. tim redaksi FOTO/Abdan Syakura
Jaring bekas tersebut kemudian diolah menjadi material berkelanjutan bernilai guna seperti panel dinding, dekorasi rumah, hingga peralatan rumah tangga yang dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia. tim redaksi FOTO/Abdan Syakura