β€œJasa Marga terus memperkuat integrasi tiga pilar layanan meliputi preservasi, rest area, dan layanan informasi jalan tol, sebagai bagian dari transformasi pelayanan untuk meningkatkan customer experience,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rivan mengakui salah satu tantangan dalam menjaga kondisi perkerasan jalan tol adalah kendaraan dengan muatan berlebih (over dimension over loading/ODOL).

Beban kendaraan yang melampaui batas kemampuan desain jalan dapat mempercepat kerusakan struktur perkerasan, sehingga berpotensi memperpendek umur layanan jalan tol dan meningkatkan kebutuhan preservasi.

β€œKondisi ini semakin menegaskan pentingnya pengendalian kendaraan ODOL untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan infrastruktur jalan tol,” tambah Rivan.

Dalam pelaksanaannya, Jasa Marga menyesuaikan metode preservasi dengan jenis dan tingkat kerusakan perkerasan.

Penanganan ringan dilakukan melalui patching atau penambalan pada titik kerusakan, sedangkan scrapping & filling dilakukan dengan mengupas lapisan aspal yang mengalami penurunan kualitas dan menggantinya dengan lapisan baru.

Pekerjaan tertentu dijadwalkan pada malam hari, khususnya pada pukul 22.00-05.00 WIB, dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kebutuhan penanganan di lapangan.

Pengaturan jadwal dan tahapan pekerjaan tersebut dilakukan untuk meminimalkan gangguan terhadap perjalanan pengguna jalan tanpa mengabaikan kualitas hasil pekerjaan dan keselamatan.