NADIKABAR.COM — PT Jasa Raharja (Persero) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 melalui pencegahan kecelakaan, percepatan pelayanan korban, serta kolaborasi keselamatan transportasi bersama pemangku kepentingan.

"Berbagai langkah strategis disiapkan untuk mendukung perjalanan masyarakat yang aman dan berkeselamatan," kata Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, dalam diskusi Forum Wartawan Perhubungan (Forwahub) di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta, Rabu.

Dia menyampaikan upaya tersebut mencakup pencegahan kecelakaan, percepatan pelayanan korban, serta penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di sektor transportasi.

Menurutnya, kesiapan menghadapi Natal dan Tahun Baru menjadi bagian penting dari komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.

"Peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru perlu diantisipasi melalui langkah yang terencana dan terintegrasi," ucapnya.

Karena itu, Jasa Raharja mengoptimalkan seluruh kapasitas perusahaan untuk mendukung keselamatan perjalanan, sekaligus memastikan kesiapan pelayanan apabila terjadi kecelakaan.

Dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru, Jasa Raharja tidak hanya berfokus pada kesiapan pelayanan santunan, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan kecelakaan.

"Kami ingin memastikan seluruh kapasitas perusahaan dapat memberikan kontribusi optimal melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman," ujar Awaluddin.

Untuk mendukung kesiapsiagaan tersebut, Jasa Raharja menetapkan tiga fokus utama, yakni Prevent Accidents, Accelerate Protection, dan Integrate Safety Actions.

Ketiganya menjadi landasan dalam memperkuat pencegahan kecelakaan, meningkatkan kecepatan pelayanan korban, serta mengintegrasikan berbagai langkah keselamatan bersama instansi terkait.

Pada aspek Prevent Accidents, Jasa Raharja memprioritaskan pencegahan kecelakaan berbasis risiko. Langkah itu dilakukan melalui survei jalur dan penanganan titik rawan kecelakaan (blackspot) bersama Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan dinas perhubungan.

Perusahaan juga mendukung penguatan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) angkutan umum serta edukasi keselamatan bagi pengemudi dan pengendara roda dua.

Selain itu, optimalisasi Pos Pelayanan Terpadu menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan pada titik rawan kecelakaan dan jalur wisata. Intervensi keselamatan tersebut diarahkan dengan mengacu pada data 7.229 titik kecelakaan yang menjadi basis penentuan lokasi prioritas.

Sementara itu, melalui Accelerate Protection, Jasa Raharja memperkuat kesiapan pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan.

Upaya tersebut mencakup integrasi data IRSMS Polri, DASI Jasa Raharja, dan rumah sakit melalui JR Care. Perusahaan juga menyiapkan aktivasi Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat serta kesiapsiagaan personel secara nasional.

Adapun melalui Integrate Safety Actions, Jasa Raharja memperkuat kolaborasi dan pengendalian keselamatan secara nasional. Salah satu langkah yang disiapkan adalah aktivasi Command Center Jasa Raharja yang terhubung dengan posko Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, dan jaringan kantor wilayah.

Integrasi tersebut diarahkan untuk mendukung pemantauan harian terhadap kejadian kecelakaan, fatalitas, titik rawan, serta kesiapan pelayanan.

Selain itu, Jasa Raharja mendorong pemanfaatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai wadah untuk menghasilkan tindak lanjut yang lebih cepat dan terukur terhadap berbagai persoalan keselamatan transportasi.

Menurut Awaluddin, keberhasilan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru membutuhkan sinergi yang kuat di antara seluruh pemangku kepentingan. Jasa Raharja berkomitmen memberikan dukungan sesuai mandat dan kapasitasnya, dengan tetap menghormati fungsi serta kewenangan masing-masing institusi.

"Melalui kesiapsiagaan yang terintegrasi, kami berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 yang aman, lancar, dan berkeselamatan," katanya.