Potensi di pertanian di Desa Klitih dan Dukun yang dilewati saluran avur tersebut sebesar 450 hektare. Kelancaran saluran ini membuat petani minimal bisa tanam dua kali dalam setahun.
"Ini kerja bersama agar panen tanaman padinya paling tidak 5-6 ton per hektare, tinggal dikalikan 450 hektare. Jadi bagaimana caranya kita tetap semangat di tengah kondisi iklim seperti ini. Tahun lalu kita lakukan pengerukan di Sungai Pelayaran dan hasilnya bagus," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Klitih Firdos mengatakan saluran tersebut sudah ada sejak lama dan menjadi salah satu aliran irigasi untuk mengambil air dari Sungai Gemboyo. Saluran tersebut kemudian tertutup lumpur setelah ada perbaikan pintu air. Diduga perbaikan kurang maksimal sehingga sedimentasi terbawa dan mengendap di sepanjang aliran irigasi.
"Adanya bantuan normalisasi dari Pak Gubernur ini diharapkan air bisa mengalir, sehingga masa tanam pertama dan kedua tidak masalah," ujarnya.