NADIKABAR.COM — Provinsi Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan peringkat kedua sebagai destinasi pariwisata ramah muslim terbaik secara nasional dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026.

Penghargaan tersebut diterima Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen dalam ajang Indonesia Muslim Friendly Tourism Summit 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat.

"Alhamdulillah, kita ada di peringkat kedua. Ini hadiah buat kita semua, buat masyarakat Jateng yang menyongsong tahun 2027, yaitu pariwisata berkelanjutan, ramah muslim, dan ekonomi syariah," kata Taj Yasin, dalam pernyataan, di Semarang, Jumat.

Capaian Jateng yang diperoleh tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya yang mendapatkan peringkat kelima.

Dengan capaian tersebut, kata dia, menjadi momentum bagi Pemprov Jateng untuk memperluas layanan wisata ramah muslim, sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata daerah.

Ia mengatakan, peningkatan peringkat tersebut menjadi penyemangat bagi Pemprov Jateng untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan layanan ramah muslim dan penguatan ekonomi syariah.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menyampaikan capaian tersebut sejalan dengan upaya Pemprov Jateng menyiapkan peta jalan pengembangan wisata ramah muslim.

Penyusunannya melibatkan perangkat daerah terkait dan Bank Indonesia, dengan fokus pada penguatan fasilitas, serta layanan yang dibutuhkan wisatawan muslim.

Ia menjelaskan, pengembangan tersebut mencakup sektor perhotelan, pusat kuliner, hingga fasilitas di destinasi wisata.

Pemprov Jateng ingin memastikan layanan ramah muslim semakin luas dan tidak hanya terkonsentrasi di daerah tertentu.

"Kita berkolaborasi dengan dengan BI, dengan 'stakeholder' yang ada untuk menciptakan destinasi yang ramah muslim," katanya.

Dicontohkannya, fasilitas hotel dengan kolam renang terpisah telah tersedia di Karanganyar sejak 2024 yang menjadi salah satu referensi untuk mengembangkan layanan serupa di daerah lain.

"Ini perlu kita genjot, kita promosikan supaya nanti bisa berkembang di daerah-daerah yang lain, bukan hanya di Karanganyar saja, akan tetapi berkembang ke seluruh Jateng," kata Wagub Jateng dua periode itu.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua destinasi ramah muslim dunia berdasarkan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026, dengan skor 79.

Salah satu instrumen yang digunakan untuk mendorong peningkatan kualitas destinasi di tingkat daerah adalah IMTI.

Indeks tersebut mengukur kesiapan provinsi dalam menyediakan layanan dan pengalaman wisata ramah muslim, dengan mengadaptasi kerangka penilaian Global Muslim Travel Index yang mencakup akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan.