NADIKABAR.COM β Pengurus Besar Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah Ahlussunnah Waljamaah (PB Jatma Aswaja) menekankan penguatan ekonomi berbasis desa dan pesantren yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tentang pembangunan ekonomi dari desa.
βDari 40 ribu lebih pesantren yang ada di Indonesia, mayoritas lokasinya berada di desa-desa. Saya membayangkan jika pesantren yang ada di desa-desa itu bergerak bersama pelaku industri, akan sangat dahsyat ekosistem ekonomi mandiri bangsa Indonesia,β ujar Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja, Helmy Faishal Zaini dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Pernyataan Helmy tersebut disampaikan saat rangkaian Halaqoh Kebangsaan yang digelar PB Jatma Aswaja dalam rangkaian Maulid Akbar Kanzus Sholawat 2026.
Menurutnya, kemandirian ekonomi bangsa menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa. Karena itu, pembangunan ekonomi berkelanjutan yang dimulai dari komunitas akar rumput seperti pesantren yang tersebar di berbagai desa, perlu dikembangkan.
Melalui halaqoh tersebut, Jatma Aswaja menegaskan dukungannya terhadap agenda pembangunan nasional yang menempatkan desa dan masyarakat akar rumput sebagai salah satu basis pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan.
Bagi Jatma Aswaja, seluruh rangkaian halaqoh bermuara pada pentingnya membangun kemandirian dari desa. Pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi simpul talenta, pengetahuan, pemberdayaan, dan konektivitas ekonomi masyarakat.
βYang kita bangun adalah ekosistem. Ada pesantren, ada desa, ada talenta, ada industri, ada pemerintah, dan ada masyarakat. Kalau semua bergerak bersama, potensi yang besar ini bisa menjadi kekuatan ekonomi bangsa,β kata Helmy.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto mengatakan kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat menjadi hal penting membantu menggeliatkan perekonomian bangsa dari desa.
Sebab, menurutnya, potensi desa tidak hanya dipandang sebagai sumber daya, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi manusia, pengetahuan, teknologi, dan aktivitas ekonomi.
βKarena itu, saya mengapresiasi inisiatif Jatma Aswaja atas Halaqoh Kebangsaan yang mempertemukan banyak simpul talenta dari berbagai pihak dan pemangku kepentingan. Saya berharap halaqoh ini bisa jadi komitmen bersama untuk membangun perekonomian bangsa dari desa,β kata Yandri.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Oki Earlivan Sampurno menjelaskan pesantren dan desa memiliki potensi sebagai simpul pengembangan talenta sekaligus pusat tumbuhnya inovasi dan penggerak kemandirian ekonomi sebagai pilar kesatuan dan persatuan bangsa.