NADIKABAR.COM — Otoritas Pasar Energi Singapura (Energy Market Authority/EMA) menyatakan pengurangan ekspor gas Indonesia ke Singapura mulai Sabtu (24/10) hanya berdampak kecil terhadap pasokan gas negara tersebut. Jumlah gas yang dikurangi bahkan tidak sampai 2% dari total kebutuhan gas harian Singapura.
Juru bicara EMA menjelaskan, pengurangan pasokan gas sebesar 31 juta standar kaki kubik per hari setara dengan 17 miliar British Thermal Unit per hari (BBTUD). Pengurangan tersebut berlangsung selama 18 hari.
"Jumlah ini kurang 2% dari total kebutuhan gas harian kami yang mencapai lebih dari 1.000 BBTUD," kata EMA, dilansir dari CNA, Sabtu (24/10/2026).
EMA juga menyebut para importir dapat mengambil langkah sesuai ketentuan kontrak untuk menyikapi gangguan pasokan gas dari Indonesia tersebut.
"EMA memahami bahwa para importir kami akan menempuh seluruh langkah yang tersedia dalam kontrak terkait gangguan pasokan gas tersebut," kata EMA.
EMA memastikan Singapura telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi pengurangan pasokan gas. Otoritas tersebut juga menyatakan pasokan energi Singapura masih mencukupi kebutuhan dalam negeri.
Dalam beberapa bulan terakhir, Singapura pernah mengalami pengurangan pasokan gas sebesar 20 hingga 100 BBTUD akibat pemeliharaan fasilitas, baik yang terjadwal maupun mendadak. Namun, kekurangan tersebut berhasil ditutupi dari sumber gas lain tanpa menimbulkan gangguan.