Sebagai informasi, sekitar 95% kebutuhan listrik Singapura dipenuhi dari gas alam. Pasokannya berasal dari jaringan pipa Indonesia dan Malaysia, serta gas alam cair (LNG) yang diimpor dari berbagai negara.

Singapura juga terus mengembangkan sumber energi alternatif, termasuk tenaga surya, serta melakukan penelitian terkait energi nuklir dan panas bumi. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas sumber pasokan energi negara tersebut.

Juru bicara EMA mengatakan Singapore GasCo, perusahaan yang bertugas mengadakan dan memasok gas alam di Singapura, siap meningkatkan impor kapan saja jika diperlukan.

"Selain dari Indonesia, Singapura juga mengimpor gas alam dari berbagai negara lain di dunia," dikutip dari The Strait Times

"Perusahaan pembangkit listrik juga diwajibkan memiliki cadangan bahan bakar yang cukup untuk menghasilkan listrik, termasuk cadangan solar," tambahnya.

Sementara itu, salah satu pemasok gas terbesar di Singapura, Gas Supply, mengakui pengiriman gas kepada sejumlah pelanggannya terdampak pengurangan sementara pasokan dari Indonesia.

Perusahaan milik Temasek tersebut telah menghubungi pelanggan yang terdampak dan terus berkoordinasi dengan pemasok gas dari Indonesia.