Dengan semakin kecilnya nilai tawar diplomasi, Amerika Serikat mengonfirmasi kunjungan balasan yang akan dilakukan Presiden Xi Jinping ke Washington pada 23 September 2026.

Melihat sempitnya ruang untuk saling berbicara di antara bisingnya suara senjata, apakah pertemuan ini akan menjadi jeda untuk eskalasi yang lebih besar, atau ini menjadi secercah harapan untuk tetap memberikan ruang bagi diplomasi dan perdamaian untuk bekerja.

Di antara pertemuan dua raksasa ini, bagaimana Indonesia bersikap dan memposisikan diri dengan semakin sempitnya ruang bermanuver ketika dampak perang yang terjadi sudah mempengaruhi periuk nasi warga Indonesia.