Pergerakan jaringan kemudian memasuki tahap persiapan akhir pada Oktober 2026.
Pada 15 Oktober 2026, LJ dan XM berangkat dari Kunming, China. Keduanya tiba di Kuala Lumpur pada pukul 14.40 waktu setempat dan bertemu dengan B.
Selama berada di Malaysia, keduanya juga dibantu tersangka MN dalam hal akomodasi dan penginapan.
Penyelidikan semakin mengerucut pada 16 Oktober 2026. Saat itu, tersangka B terbang dari Kuala Lumpur menuju Banda Aceh, sebelum melanjutkan perjalanan ke Samalanga, Kabupaten Bireuen.
Sehari kemudian, Sabtu (17/10), LJ, XM, dan MN tiba di Banda Aceh. Mereka dijemput tersangka RI menggunakan mobil Toyota Innova Reborn berwarna hitam.
Dalam perjalanan, mobil tersebut sempat berhenti di sebuah restoran. Rombongan kemudian tiba di sebuah ruko di kawasan Jenep pada pukul 22.26 WIB.
Sekitar pukul 03.00 WIB, mobil Fortuner juga tiba di lokasi yang sama. Pergerakan kendaraan kemudian terus dipantau polisi.
Pada 18 Oktober, mobil Fortuner diketahui bergerak dari arah Medan. Pada saat itu, LJ menghubungi atasannya di China berinisial LX.
"LJ menghubungi atasannya yang berada di China berinisial LX bahwa pembuatan sabu dimulai," kata Suyudi.
Sehari kemudian, 19 Oktober pukul 12.51 WIB, polisi kembali mendapati pergerakan logistik.
Rombongan mobil Fortuner memindahkan koper dan sejumlah kotak ke sebuah Honda Jazz berwarna putih yang disebut sebagai penerima logistik.