NADIKABAR.COM — "Kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di tempat kita berkaitan erat dengan hubungan industrial yang kondusif. Jadi saya siap buka dialog kapan pun," kata Luthfi dalam keterangannya, Rabu (4/11/2026).
Hal itu dikatakan saat berdialog di Hotel Front One HK, Kota Semarang, Selasa (3/11).
Dialog tersebut digelar sembari menunggu peraturan pemerintah pusat mengenai penetapan UMP, UMK, dan upah minimum sektoral 2027. Luthfi mengatakan aspirasi buruh dan pengusaha akan menjadi masukan bagi dewan pengupahan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
"Beri kami masukan sebelum kabupaten/kota membuat keputusan atau rekomendasi terkait upah minimum, kasihkan ke saya, biar nanti saya koordinasikan. Buat kajian biar saya bisa bicara dengan kabupaten/kota. Jenengan yang tahu karakter buruh di masing-masing daerah," katanya.
Salah satu masukan disampaikan Pratomo Hadinata dari Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJaT). Ia mengatakan pihaknya telah menyusun kajian mengenai usulan upah minimum selama tujuh bulan dan menyerahkannya langsung kepada Luthfi dalam pertemuan tersebut.