"Sekarang kami bersama-sama TNI masuk untuk mengecek ulang, apakah memang masih bisa direnovasi atau harus bangun ulang. Sepertinya sih, dari tadi pagi saya diinfokan, kita mesti bangun ulang karena itu sudah jembatan tahun 1992," kata Dody usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

Ia mengatakan berdasarkan pemeriksaan terakhir, tali sling penahan jembatan sudah tidak layak digunakan, belum lagi banyak bagian yang sudah keropos pada badan dan tali jembatan. Hal inilah yang membuat pembangunan ulang jembatan menjadi pilihan paling memungkinkan.

"Sling-slingnya sudah tidak proper lagi, terus kabelnya juga sudah keropos sana-sini. Jadi most likely kita mesti bangun ulang bersama TNI," tegasnya.