Pria berusia 37 tahun itu tetap berencana mengajukan izin tinggal permanen, tetapi mempertanyakan kebijakan baru yang menyasar warga asing.

"Reaksi pertama saya adalah warga asing diperlakukan secara tidak adil. Kami diminta berpenghasilan lebih tinggi daripada rata-rata orang Jepang, membayar biaya yang jauh lebih mahal, hanya agar bisa bekerja di Jepang dan membayar pajak," katanya kepada BBC.

"Sudah ada hambatan bahasa dan budaya yang cukup besar sehingga sebagian tenaga profesional enggan datang ke Jepang. Menurut saya, kebijakan ini tidak dirancang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang."

Mulai April tahun depan, pemohon izin tinggal permanen akan menghadapi persyaratan yang lebih ketat, termasuk kemampuan dasar berbahasa Jepang.

Kenaikan biaya ini merupakan bagian dari perubahan kebijakan imigrasi untuk mengelola bertambahnya jumlah warga asing di Jepang (Getty Images)

Media setempat melaporkan hal ini telah memicu lonjakan jumlah pendaftar di sekolah-sekolah bahasa Jepang, serta orang-orang yang mendaftar untuk mengikuti Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (JLPT).

Tunjangan pensiun yang diperkirakan akan diterima pemohon juga harus setara dengan yang diterima seseorang yang telah terdaftar dalam sistem pensiun karyawan selama 30 tahun.

Namun, nilai aset keuangan pemohon dapat dipertimbangkan jika perkiraan tunjangan pensiun mereka tidak memenuhi persyaratan tersebut.