Dengan bahan alami ini, busa bisa terurai secara hayati dengan cepat. Karena sabun merupakan dasar busa yang berikatan dengan komponen mineral di alam, sehingga dampak lingkungan sangat berkurang.
Keuntungan dari bahan ini adalah jumlah air yang dibutuhkan untuk memadamkan api jauh lebih sedikit daripada yang dibutuhkan jika hanya menggunakan air saja.
Dalam mengembangkan produk pengembangan pemadam ini, Jepang menghadapi sejumlah tantangan. Termasuk kriteria yang tepat untuk menghasilkan bahan yang paling ramah lingkungan.
Sebab, busa atau sabun bisa saja menyebabkan korosi pada logam. Untuk mengatasi tantangan, kelompok riset dari Universitas Kitakyushu menguji lebih dari 800 formulasi selama 7 tahun.
Meski butuh waktu yang panjang, pada akhirnya, Jepang akhirnya berhasil menguji di lapangan pemadam kebakaran berbahan dasar sabun. Ini menunjukkan bahwa Jepang sangat berkomitmen mengembangkan produk yang ramah lingkungan.