Pada 2013-2015, proyek yang ditugaskan oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) menyurvei pencarian fakta dan uji verifikasi terhadap kebakaran lahan gambut di Indonesia. Teknologi ini pernah dicoba di lahan gambut Kalimantan Tengah sejak 2011. Kemudian pada 2016 dan 2018 dikembangkan secara bertahap.

Hasilnya, busa pemadam efektif untuk memadamkan kebakaran dengan kinerja yang tinggi dan dampak lingkungan yang rendah.

"Busa pemadam kebakaran berbahan dasar sabun dapat menjadi agen yang efektif untuk memadamkan kebakaran lahan gambut karena kinerja pemadam apinya yang tinggi dan dampak lingkungan yang rendah," tulis survei tersebut.

Temuan menjelaskan bahwa busa pemadam kebakaran bisa mempertahankan permeabilitas yang tinggi. Ini membantu kelembapan mencapai bara api yang terkubur di dalam gambut.

Menurut produsen busa sabun di Jepang, jika alat pemadam api berbahan ramah lingkungan bisa tersebar luas, maka lingkungan akan bisa pulih dan lebih berpotensi terjaga untuk masa depan.