"Ya tentu ada penghematan yang didapat, kisaran belasan miliar," ujar Asep.
Di tempat terpisah, salah seorang ASN Pemkot Tasikmalaya membenarkan adanya pemotongan TPP tersebut.
"Iya TPP yang kemarin diterima sudah dipotong, saya pegawai rendahan kena potongan 15 persen," ungkap ASN inisial D itu.
Meski mengaku kecewa, tapi dia memilih pasrah, karena tak ada yang bisa dilakukan selain menerima keputusan pimpinannya itu. Kebijakan itu diakuinya membuat keuangan keluarganya oleng.
"Oleng lah, in this economy TPP kena pangkas 15 persen, ya jelas rungkad. Mungkin sudah jadi rahasia umum, penghasilan habis oleh cicilan bank," jelasnya.
Bagi dia TPP selama ini menjadi sumber pendapatan untuk menutup kebutuhan hidup, karena gaji habis untuk bayar cicilan.
"Istri komplain, karena TPP memang jadi andalan untuk kebutuhan bulanan. Saya tekor sekitar Rp 700 ribuan. Tapi ya sudah, pasrah saja. Yakin rezeki sudah ada yang mengatur," pungkasnya.