NADIKABAR.COM — Bibir kering itu masalah yang sering dialami banyak orang. Sudah ganti-ganti lip balm, sudah scrub rutin, tapi bibir tetap pecah-pecah dan kadang perih.

Faktanya, banyak "kebiasaan perawatan" yang selama ini dianggap solusi justru jadi biang masalahnya. Dan ini bukan cuma soal skincare, tapi juga berkaitan langsung dengan kesehatan gigi dan mulut.

Bibir adalah bagian dari rongga mulut. Kondisinya dipengaruhi oleh kelembapan air liur, kebiasaan mulut, sampai cara kita bernapas. Jadi kalau bibir terus-terusan kering meski sudah dirawat, kemungkinan besar masalahnya bukan cuma di produk yang dipakai, tapi di kebiasaan sehari-hari yang belum disadari.

Berikut kesalahan-kesalahan paling umum, dilihat dari kacamata kesehatan gigi dan mulut.

Ini kebiasaan yang paling sering muncul otomatis, apalagi saat gugup, bosan, atau fokus mengerjakan sesuatu. Saat bibir mulai mengelupas, refleksnya adalah menggigit atau menarik kulit yang terkelupas itu.

Masalahnya, kebiasaan ini merusak lapisan pelindung alami bibir (skin barrier) secara berulang. Setiap kali kulit ditarik paksa sebelum waktunya lepas, lapisan di bawahnya yang masih rapuh langsung terekspos ke udara. Akibatnya bibir makin kering, bahkan bisa luka kecil dan berdarah. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga bisa memicu peradangan kronis di area bibir yang disebut cheilitis.

Yang perlu dipahami: ini termasuk kebiasaan parafungsional, mirip seperti menggigit kuku atau mengertakkan gigi. Kalau sudah jadi kebiasaan yang sulit dikendalikan, bukan cuma soal kemauan, perlu strategi untuk mengalihkan kebiasaan tersebut.

Ini paradoks yang sering tidak disadari. Saat bibir kering, refleks alaminya adalah menjilat supaya terasa lembap. Tapi air liur mengandung enzim pencernaan (amilase) yang sebenarnya berfungsi memecah makanan, bukan melembapkan kulit.