"Ya tidak apa-apa, itu hak. Ya nanti, nanti kita lihatlah keputusan dari majelis hakim seperti apa," katanya.

Saat ditanya mengenai kepuasannya terhadap jalannya persidangan, Jokowi mengatakan proses hukum belum mencapai tahap akhir. Karena itu, dia masih menunggu putusan majelis hakim.

Menurut dia, kehadirannya sebagai saksi dan penunjukan dokumen pendidikan belum menjamin persoalan tudingan ijazah palsu tersebut langsung selesai.

"Ya tidak semudah itu. Dulu kan banyak yang minta, 'Pak, tunjukkan ijazahnya saja, tunjukkan pasti rampung'. Sudah di pengadilan saja belum tentu juga rampung kok," ucapnya.

Selain meminta keadilan, Jokowi mengungkapkan kekecewaannya terhadap tuduhan yang dinilainya turut menyeret nama kedua orang tuanya.

Dia mengaku tersinggung dan marah karena tudingan tersebut tidak hanya menyasar dirinya, tetapi juga menyentuh kehormatan ayah dan ibu kandungnya.

Jokowi mengatakan kedua orang tuanya memiliki peran besar dalam perjalanan hidupnya, mulai dari merawat sejak bayi hingga membiayai dan mendukung pendidikan yang ditempuhnya.