"Ya jelas, saya sangat tersinggung sekali. Saya sangat marah sekali karena orang tua saya, ibu kandung saya, bapak kandung saya dibilang seperti itu," katanya.

Jokowi mengatakan kedua orang tuanya memiliki peran besar dalam perjalanan hidupnya, mulai dari merawat sejak bayi hingga membiayai dan mendukung pendidikannya.

"Karena beliau, apa pun beliau yang memberi makan saya sejak bayi, yang menyekolahkan saya sejak bayi, kemudian dikata-katai dengan kata-kata seperti itu. Siapa yang enggak sakit?" ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi berharap perkara tudingan ijazah palsu yang bergulir di pengadilan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan tuduhan terhadap orang lain.

Dia menilai tuduhan tanpa dasar yang jelas dapat berujung pada fitnah dan pencemaran nama baik.

"Artinya, saya berharap saya bawa ke ruang sidang pengadilan yang terhormat ini agar menjadi pembelajaran kita semuanya. Jangan mudah menuduh orang, jangan mudah membuat fitnah sehingga mencemarkan nama baik seseorang. Ini untuk pembelajaran kita semuanya," kata Jokowi.