Dalam pengaduan tersebut, ia hanya melaporkan kronologis peristiwa.
"Kami membuat pengaduan tanggal 30 April 2025, dan saya tidak menyebutkan nama-nama orang yang saya lapor, yang saya laporkan adalah kronologis peristiwa," kata Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi menyatakan tuduhan ijazah palsu tersebut sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2020 dan semakin ramai pada 2024 hingga 2025.
Tuduhan ijazah palsu tersebut, kata Jokowi, juga berulang kali muncul di sejumlah media dan platform digital, termasuk televisi, Facebook, X dan Youtube.
"Sebelum peristiwa 26 Maret itu, sebetulnya juga sudah sejak tahun 2020 kemudian makin menjadi-jadi tahun 2024, 2025 dan saya anggap apa yang ditunjukkan oleh ajudan saya itu juga sudah kebablasan. Sehingga, saya inisiatif konsultasi dengan penasihat hukum," papar Jokowi.
Ia turut menyebut beberapa program yang membahas tuduhan tersebut, di antaranya Rakyat Bersuara, Abraham Samad Speak Up serta sejumlah acara di Sentana TV dan TvOne.
Menurutnya, Roy Suryo kerap hadir sebagai narasumber dalam beberapa acara.
"Kalau akun tidak Yang Mulia, tetapi yang saya lihat sudah lebih dari 2 tahun, baik itu di TV, di INews, di Rakyat Bersuara, kemudian di TvOne, kemudian di Sentana TV, kemudian di Abraham Samad Speak Up, kemudian juga di Facebook, kemudian juga di X, kemudian juga di YouTube hampir semuanya isinya tuduhan ijazah palsu tersebut," ujar Jokowi.