NADIKABAR.COM — PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) membuka ruang kajian terhadap berbagai inisiatif strategis, salah satunya potensi pembelian kembali (buyback) saham yang sejalan dengan target pertumbuhan jangka panjang perseroan.
Perseroan memastikan langkah tersebut juga senantiasa diselaraskan terhadap kebutuhan likuiditas serta rencana ekspansi operasional.
Corporate Secretary dan Chief Administration Officer JSMR, Trias Andriyanto dalam keterangan di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa setiap alternatif aksi korporasi perlu dikaji secara menyeluruh supaya selaras dengan kondisi dan prioritas bisnis perseroan.
“Evaluasi terhadap kemungkinan opsi buyback saham didasarkan pada kajian yang komprehensif dan menyeluruh demi menjaga fundamental perseroan,” ujar Trias.
Trias memastikan bahwa perseroan selalu mengutamakan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap langkah aksi korporasi.
“Pendekatan ini penting guna memastikan struktur keuangan tetap kokoh dengan tetap selaras dalam menjaga operasional jalan tol,” ujar Trias.
Ia melanjutkan, perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, menjaga pertumbuhan kinerja keuangan, serta meningkatkan kualitas pelayanan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dengan dukungan jaringan jalan tol yang luas dan konektivitas yang terus berkembang, perseroan berkomitmen menjaga kinerja yang berkelanjutan, dan menerapkan tata kelola yang bertanggung jawab.
“Serta menghadirkan nilai tambah bagi pemegang saham dan pelayanan yang semakin baik bagi pengguna jalan,” ujar Trias.
Data penutupan perdagangan Rabu (21/10), saham JSMR ditutup menguat 150 poin atau 6,82 persen ke posisi 2.350.
Hingga semester I-2026, Jasa Marga membukukan laba bersih sebesar Rp1,91 triliun dengan pendapatan usaha sebesar Rp10,31 triliun. Pendapatan perseroan dikontribusikan dari pendapatan bisnis tol sebesar Rp9,51 triliun serta pendapatan usaha lainnya sebesar Rp798,2 miliar.