Warga Kecamatan Babadan itu mengaku awalnya memberikan uang Rp 5 ribu. Namun, jukir tersebut meminta tambahan hingga tarif parkir menjadi Rp 20 ribu.

Hasbi pun meminta karcis sebagai bukti pembayaran. Namun, permintaan tersebut disebut tidak dipenuhi dan justru membuat jukir bersangkutan marah.

"Saya kasih Rp 5.000, bilangnya Rp 20.000, Mas. Saya minta karcis, orangnya malah marah-marah, 'gak enek karcis' gitu," ungkapnya.

Ia mengaku sempat mencoba menawar tarif parkir tersebut menjadi Rp 15 ribu. Namun, menurut Hasbi, jukir tetap meminta pembayaran sesuai tarif yang dipatok.

Bahkan ketika Hasbi mengancam akan melaporkan kejadian itu kepada Dishub Ponorogo, jukir tersebut disebut tidak gentar.

"'Teleponen mas gak popo'," kata Hasbi menirukan ucapan jukir.

Karena kesal, Hasbi akhirnya membayar uang parkir tersebut sebelum meninggalkan lokasi.

Kejadian itu kemudian diunggah ke media sosial Facebook. Unggahan tersebut mendapat respons dari warganet. Dari berbagai komentar yang masuk, Hasbi mengaku mengetahui bahwa ada warga lain yang juga mengeluhkan tarif parkir melebihi ketentuan.