Selain peringkat korporasi, Pefindo juga mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Sosial Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp300 miliar, serta peringkat idAA untuk Obligasi Subordinasi I Tahap I Tahun 2025 senilai Rp2 triliun.

Sementara itu, meski bertransformasi menuju beyond mortgage, BTN tetap menjalankan noble purpose dalam mendukung program perumahan pemerintah. Termasuk, melalui penyediaan KPR bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Per 30 Juni 2026, 60% saham BTN dimiliki Pemerintah Indonesia melalui BPI Danantara dan BP BUMN, sementara 40% dimiliki publik.