"Tetap semangat, terus belajar, dan jangan takut mencoba," sambungnya.

Sachrudin menegaskan kemampuan dan kompetensi menjadi pertimbangan, bukan keterbatasan. Ketika memenuhi kebutuhan pekerjaan, kesempatan harus dibuka.

"Semua memiliki hak yang sama untuk bekerja, berkarya, dan menjadi mandiri," ucap Sachrudin.

Saat ini, Dwiki bekerja di Kawasan Kisamaun, Pasar Lama-Kota Tangerang. Baginya, kesempatan itu kini telah menjadi bagian dari perjalanan menuju kemandirian.

"Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan bekerja di sini melalui Job Fair Kota Tangerang. Sekarang saya bisa bekerja, memiliki penghasilan dan lebih mandiri," ujar Dwiki.

Upaya tersebut diperkuat melalui kerja sama Unit Layanan Disabilitas Pemkot Tangerang dengan Yayasan Difabel Mandiri Indonesia. Hingga 2026, Disnaker Kota Tangerang sudah menempatkan sebanyak 57 Pencaker berkebutuhan khusus di berbagai perusahaan yang tersebar di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Pemkot Tangerang juga terus menghadirkan berbagai kemudahan agar pencari kerja tidak hanya mengetahui informasi lowongan, tetapi juga dapat mengikuti proses rekrutmen dengan lebih cepat dan praktis.

Tak hanya melalui job fair secara langsung, akses tersebut juga dibuka secara online melalui fitur 'Tangerang Cakap Kerja' yang terintegrasi dalam aplikasi Tangerang LIVE. Prosesnya pun sederhana, pencari kerja cukup memindai (scan) QR code tanpa harus membawa CV secara langsung

Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan, kemudahan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang semakin dekat dan responsif terhadap kebutuhan pencari kerja maupun dunia usaha.

"Job fair menjadi jembatan antara pencari kerja dan dunia usaha. Kami ingin prosesnya semakin mudah, cepat, dan efisien, mulai dari mendapatkan informasi lowongan hingga mengikuti proses rekrutmen," ujar Ujang.