Yandri mengungkapkan strategi menjadikan desa sebagai episentrum ekonomi salah satunya dijalankan lewat program Desa Ekspor. Ia menyebut program ini sudah mencakup 358 desa dengan nilai transaksi hampir mencapai Rp1 triliun.

"Nah maka kita buat sekarang itu misalkan desa ekspor. Desa ekspor itu hampir sekarang itu 358 desa ekspor kita buat. Transaksi itu hampir 1 triliun," ujar Yandri.

Ia menjelaskan, strategi utama Desa Ekspor adalah memangkas rantai distribusi yang selama ini dikuasai tengkulak, dengan menyambungkan desa langsung ke negara tujuan.

"Nah desa ekspor ini memang mendekatkan desa dengan bayarnya. Jadi middleman atau para tengkulak atau rantai pasok yang selama ini panjang, itu kita potong. Jadi dari desa kita sambungkan langsung dengan negara tujuan," jelas Yandri.

Desa Temon Dari Gula Aren Lokal, Petani Untung 40 Persen

Yandri mencontohkan keberhasilan strategi tersebut lewat Desa Temon di Pacitan, yang berhasil mengekspor gula aren organik langsung ke Malaysia, Belanda, dan Australia tanpa melalui rantai tengkulak panjang.

"Itu kita ekspor dari desa Temon itu gula aren organik ke Malaysia langsung ke Belanda sama Australia," ujar Yandri.