NADIKABAR.COM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.378 sekolah di wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kerusakan akibat gempa 7,7 M yang mengguncang kawasan tersebut pekan lalu. Sebanyak 923 sekolah di antaranya diliburkan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa tim petugas gabungan sudah merampungkan proses pendataan sekolah yang rusak.
"Dari jumlah sekolah itu, progres pendataan secara keseluruhan telah mencapai 92 persen, kerusakan sarana fisik meliputi 5.521 unit ruang kelas rusak serta 502 unit bangunan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan kategori berat," ujarnya dalam tim redaksi, Jumat (21/8/2026).